SINJAI, Tindak.com – Kebahagiaan tak mampu disembunyikan dari wajah Bambe bin Lonji, penyandang tunanetra sekaligus yatim piatu asal Desa Samaturue, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Setelah bertahun-tahun hidup di gubuk yang berdiri kayu lapuk,ia akhirnya menjadi salah satu penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Minggu 5 Juli 2026,
Bambe mengungkapkan rasa syukurnya saat ditemui di rumahnya yang masih dalam proses pembangunan. Ia merupakan satu dari 10 warga Desa Samaturue yang menerima bantuan rumah layak huni tahun ini.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada kordes, korkab Rumah juang ,Pemerintah Desa, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan khususnya Bapak Andi Irwan Aras yang terus memperjuangkan aspirasi masyarakat kecil seperti saya. Saya tidak menyangka masih ada yang peduli dengan keadaan saya," ujar Bambe.
Menurut Bambe, bantuan tersebut bukan sekadar membangun sebuah rumah, tetapi juga menjadi bukti bahwa negara masih hadir bagi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan, termasuk penyandang disabilitas dan warga yang membutuhkan.
Sementara itu, Koordinator Rumah Juang AIA Kabupaten Sinjai, Andi Mukrimin, mengatakan penetapan penerima bantuan dilakukan sesuai proses pendataan, verifikasi, dan validasi dan ketentuan pemerintah dengan mengacu pada data kesejahteraan masyarakat kategori Desil 1 hingga Desil 4.
"Pendataan terus kami lakukan agar masyarakat yang benar-benar memenuhi syarat dapat diusulkan menerima bantuan. Harapan kami, program ini tepat sasaran dan memberi manfaat bagi warga yang membutuhkan," katanya.
Menurut Andi Mukrimin, setiap tahun ratusan rumah di Kabupaten Sinjai memperoleh bantuan melalui program BSPS. Pada tahun 2026, Desa Samaturue kembali mendapatkan alokasi 10 unit bantuan bedah rumah.
Sementara itu, Hasriadi, selaku koordinator Desa Tim Pemenangan Andi Irwan Aras , mengatakan pihaknya akan terus mengawal aspirasi masyarakat, khususnya warga yang masih menempati rumah tidak layak huni.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Balai Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) beserta seluruh tim pelaksana BSPS yang telah melakukan proses verifikasi dan validasi sehingga program tersebut dapat terlaksana di Kabupaten Sinjai.
"Semoga program ini terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat rumah layak huni," ujarnya.
Saat ini, pembangunan rumah Bambe masih berlangsung dan telah memasuki tahap finishing. Salah seorang pekerja bangunan, Jumaro Daeng Nai, mengatakan proses pengerjaan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026, sehingga rumah tersebut segera dapat ditempati oleh penerima manfaat.
M.S. Mattoreang