GOWA, Tindak.com- Puluhan warga Dusun Bontobalang, Kelurahan Tamaona, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, bergotong royong memperbaiki jalan secara swadaya dengan peralatan seadanya, Sabtu 17 November 2026.
Aksi tersebut mencerminkan kuatnya solidaritas masyarakat. Namun, di balik semangat gotong royong itu, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana perhatian Pemerintah Kabupaten Gowa dan DPRD terhadap kebutuhan infrastruktur yang menghubungkan kelurahan Tamaona dengan dua Desa lain
Gotong Royong Bukanlah Pengganti Tanggung Jawab Pemerintah tetapi sindiran nyata bagi pemangku jabatan
Perbaikan jalan secara swadaya patut diapresiasi, tetapi tidak semestinya menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat.
Jalan yang layak merupakan bagian penting dalam menunjang mobilitas, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan akses pelayanan kesehatan.
Pemerintah daerah perlu memastikan apakah jalan tersebut telah masuk dalam perencanaan pembangunan, sekaligus memberikan penjelasan terbuka mengenai kendala dan kepastian penanganannya.
DPRD Gowa juga dituntut menjalankan fungsi anggaran dan pengawasan secara nyata, bukan sekadar menampung aspirasi tanpa kejelasan tindak lanjut.
Masyarakat memahami bahwa pembangunan memiliki keterbatasan anggaran dan skala prioritas. Namun, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi jawaban normatif tanpa langkah konkret.
Jangan sampai masyarakat mudah dicari ketika suaranya dibutuhkan, tetapi harus berjuang sendiri saat membutuhkan perhatian pemerintah.
Warga Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Janji
Pemerintah Kabupaten Gowa bersama DPRD diharapkan turun langsung meninjau kondisi jalan di Dusun Bontobalang, memastikan kewenangannya, serta menyampaikan rencana penanganan secara transparan.
Warga tidak hanya membutuhkan apresiasi atas semangat gotong royong, tetapi juga kepastian bahwa persoalan infrastruktur mereka menjadi perhatian serius.
Sebab, keberhasilan pembangunan bukan diukur dari banyaknya program dan janji, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Jangan biarkan gotong royong warga menjadi potret lemahnya kehadiran pembangunan.
M.S. Mattoreang