-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Halaman

Calon Bupati Terpilih Pilkada Serentak 2024

Calon Bupati Terpilih Pilkada Serentak 2024

Iklan

Kemarau Melanda,Petani Di Bonto Salama Terima Pasokan Air Dari Damkar.

Kamis, 27 Agustus 2026, Kamis, Agustus 27, 2026 WIB Last Updated 2026-08-27T10:44:22Z
SINJAI, Tindak.com- Kemarau berkepanjangan mulai berdampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat di Dusun Lembang, Desa Bonto Salama, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Kondisi tersebut dirasakan langsung Kelompok Tani Mallise yang menghadapi keterbatasan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian.

Di tengah semakin menipisnya ketersediaan sumber air, para petani meminta bantuan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sinjai untuk mendistribusikan air ke area pertanian, Kamis 27 Agustus 2026.

Langkah tersebut menjadi bentuk respons cepat untuk membantu mempertahankan ketersediaan air bagi tanaman sekaligus menekan potensi kerugian petani akibat kekeringan yang berkepanjangan.
Kegiatan pendistribusian air tersebut turut dihadiri Sekretaris Desa Bonto Salama, Abidin, pihaknya menyampaikan apresiasi atas respons Damkar Kabupaten Sinjai terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya para petani yang terdampak kekeringan.

"Atas Nama pemerintah Desa,Kami mengucapkan terima kasih kepada Damkar Kabupaten Sinjai yang telah memberikan bantuan air kepada masyarakat, khususnya Kelompok Tani Mallise. Bantuan ini sangat berarti bagi petani di tengah kondisi kemarau dan keterbatasan sumber air,” ujar Abidin.
Sementara itu Anggota kelompok tani mallise berharap sinergi antara pemerintah, petani, dan instansi terkait sangat diperlukan untuk menghadapi dampak kekeringan. Bantuan distribusi air diharapkan tidak berhenti sebagai langkah tanggap darurat, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya bersama mencari solusi jangka panjang.

Menurutnya persoalan ketersediaan air memiliki konsekuensi langsung terhadap produktivitas lahan sekaligus keberlangsungan ekonomi keluarga. Karena itu, kondisi tersebut diharapkan mendapat perhatian serius pemerintah melalui penanganan yang lebih berkelanjutan.

Lebih lanjut, distribusi air ini dapat menjadi pintu masuk bagi solusi permanen, terutama melalui pembangunan maupun optimalisasi sarana irigasi, embung, dan berbagai infrastruktur penunjang ketersediaan air untuk sektor pertanian

Fenomena kekeringan tersebut juga menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang adaptif terhadap perubahan musim. Ketahanan pangan di tingkat desa tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan produksi, tetapi juga oleh kepastian petani dalam memperoleh akses terhadap sumber air.

Semoga kedepannya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus diperkuat sehingga persoalan kekeringan dapat ditangani secara sistematis dan tidak selalu menjadi ancaman berulang setiap musim kemarau .

M. Said Mattoreang
Komentar

Tampilkan

  • Kemarau Melanda,Petani Di Bonto Salama Terima Pasokan Air Dari Damkar.
  • 0

Terkini