SINJAI Tindak.Com-
Kondisi bangunan dua lantai di MTsN 3 Sinjai yang berlokasi di Desa Saotengah, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menuai sorotan publik.
Bangunan yang dikerjakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 itu hingga kini belum dapat difungsikan karena pekerjaannya terhenti di tengah jalan.
Dari pantauan di lokasi, bangunan masih berdiri tanpa atap. Sejumlah material kayu penyangga pada bagian atas bangunan masih terpasang dan telah lama terpapar panas serta hujan.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat karena dinilai berpotensi mengalami pelapukan dan dapat membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik yang beraktivitas di sekitar bangunan.
Terhentinya proyek itu juga memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat. Sejumlah sumber menyebut anggaran pembangunan telah dialihkan, sementara informasi lain menyebut sisa anggaran dikembalikan ke kas negara.
Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak yang berwenang mengenai alasan berhentinya proyek maupun kepastian kelanjutan pembangunan tersebut.
Situasi ini memunculkan sejumlah pertanyaan publik. Mengapa proyek yang telah menggunakan dana APBN tidak diselesaikan hingga tuntas? Berapa nilai pekerjaan yang telah terealisasi? Apakah telah dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek, dan kapan pembangunan akan kembali dilanjutkan agar bangunan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar?
Selain menyangkut penggunaan anggaran negara, persoalan tersebut juga berkaitan dengan aspek keselamatan. Bangunan yang dibiarkan terbuka dalam waktu lama berisiko mengalami penurunan kualitas konstruksi akibat pengaruh cuaca, sehingga diperlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan kondisi bangunan masih layak dilanjutkan.
Masyarakat berharap Kementerian Agama melalui instansi terkait segera memberikan penjelasan terbuka mengenai status proyek tersebut, termasuk kepastian penyelesaian pembangunan.
Transparansi dinilai penting agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan serta menjamin keamanan lingkungan sekolah bagi ratusan peserta didik.
M.S.Mattoreang