-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Halaman

Calon Bupati Terpilih Pilkada Serentak 2024

Calon Bupati Terpilih Pilkada Serentak 2024

Iklan

Revitalisasi TAAM Syifaul Khair: Amanah Besar untuk Masa Depan Pendidikan Anak Usia Dini yang Menanti Keterbukaan, Kalau Bersih jangan Risih

Rabu, 30 September 2026, Rabu, September 30, 2026 WIB Last Updated 2026-09-30T02:07:59Z


TINDAK, Tasikmalaya
- Pendidikan Anak Usia Dini adalah fondasi pertama sekaligus paling menentukan bagi tumbuh kembang generasi penerus. Menyadari hal tersebut, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, yang ditujukan untuk memperbaiki, memperkuat, dan menata ulang sarana prasarana lembaga pendidikan anak usia dini agar layak, aman, dan nyaman digunakan. Maksud dan tujuan utamanya jelas: memberikan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan memadai, sehingga setiap anak dapat tumbuh, berkembang, dan memulai langkah pertamanya menuju masa depan yang cerah. 

Di Kampung Nagrog RT 013 RW 003, Desa Padasuka, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, program ini mewujud dalam bentuk bantuan bersumber APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai sebesar Rp.808.518.000,00,(Delapan ratus delapan ribu lima ratus delapan belas ribu). Dimana dana sebesar itu dipercayakan dan dikelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) TAAM Syifaul Khair.

 

Dengan niat tulus untuk mengetahui perkembangan, melaporkan, dan mengapresiasi pelaksanaan amanah besar ini, awak media berkunjung ke lokasi. Tujuan kedatangan kami sederhana saja untuk melakukan wawancara dan konfirmasi langsung kepada pihak pengelola, guna memahami sejauh mana pekerjaan berjalan serta memastikan segala sesuatu terselenggara sesuai ketentuan dan standar yang berlaku.

 

Namun, selama tiga kali kunjungan berturut-turut, Kepala Satuan Pendidikan, Endang Yuli, tak pernah ditemui di tempat. Ketika awak media menyampaikan maksud kedatangan kepada para pegawai yang ada di lokasi, jawaban yang diterima seragam belum dapat memberikan keterangan apa pun, dan meminta untuk menunggu kehadiran pimpinan. Kesunyian yang menyelimuti lokasi ini perlahan menimbulkan pertanyaan: mengapa kesempatan untuk menjelaskan hal yang seharusnya terbuka justru terasa tertutup?

 

Pertanyaan Mengenai Standar Konstruksi

Di samping itu, saat berada di lokasi, awak media mengamati langsung pemasangan besi tulangan pada struktur bangunan yang sedang dikerjakan. Terlihat penggunaan besi berdiameter 8 milimeter. Hal ini memunculkan pertanyaan yang wajar, apakah ukuran tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang tertuang dalam dokumen perencanaan? Atau seharusnya menggunakan ukuran yang lebih besar, yakni 12 milimeter?

 

Kami tidak menuduh, kami hanya ingin mengetahui kebenaran. Aturan dan standar dibuat bukan tanpa alasan, ia menjamin kekuatan, ketahanan, dan keselamatan bangunan bagi anak-anak yang akan menempatinya. Jika ukuran 8 milimeter memang sesuai rencana, itulah yang perlu dijelaskan agar publik tenang. Jika seharusnya 12 milimeter, maka hal itu perlu segera diklarifikasi dan disesuaikan, demi menjaga kualitas dan keamanan pembangunan itu sendiri.

 Keterbukaan Adalah Bagian dari Amanah

Perlu ditegaskan, kedatangan media ini murni sebagai kontol sosial bersifat edukatif dan konstruktif. Kami tidak bermaksud mencari kesalahan, melainkan memastikan bahwa setiap rupiah yang dipercayakan negara dikelola dengan tepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, karena pelaksanaan harus berjalan baik dan benar, kejelasan dari pihak pengelola akan menjadi bukti nyata pengabdian yang layak diapresiasi. Jika ada hal yang perlu diperbaiki, klarifikasi terbuka justru akan menjadi langkah perbaikan yang membangun.

 

Hingga berita ini dirilis, kesempatan untuk berbicara langsung dengan pihak yang berwenang belum terwujud. Awak media tetap membuka ruang selebar-lebarnya untuk klarifikasi, penjelasan, maupun pembuktian dari pihak pengelola. Praduga tak bersalah tetap menjadi pegangan kami — ketidakhadiran belum tentu berarti kesalahan, dan kesunyian belum tentu menyembunyikan sesuatu. Namun, pertanyaan yang muncul di lokasi layak mendapat jawaban yang jelas, lugas, dan terbuka.

 

Semoga ke depannya, pintu komunikasi dapat segera terbuka. Bukan sekadar demi papan proyek yang berdiri tegak, melainkan demi bangunan yang kokoh, aman, dan dipercaya oleh seluruh masyarakat — tempat di mana masa depan anak-anak kita akan tumbuh dan berkembang.** Dani barokah**

Komentar

Tampilkan

  • Revitalisasi TAAM Syifaul Khair: Amanah Besar untuk Masa Depan Pendidikan Anak Usia Dini yang Menanti Keterbukaan, Kalau Bersih jangan Risih
  • 0

Terkini