Dok: Salah jalur! Pengendara Putar balik
MAROS, Tindak.com-Perubahan konfigurasi ruas jalan menjadi jalur dua di Dusun Kappang, Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian pengguna jalan. Minimnya rambu dan petunjuk arah di sejumlah titik dinilai berpotensi membingungkan pengendara, khususnya mereka yang baru pertama kali melintas.
Seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, sejak ruas jalan tersebut berubah menjadi jalur dua, kecelakaan lalu lintas disebut beberapa kali terjadi, baik yang melibatkan kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Sering kecelakaan, baik roda dua maupun roda empat. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” ujarnya, Sabtu 19 September 2026 pukul 13.23 WITA.
Keluhan serupa disampaikan seorang pengendara asal Bulukumba berinisial IS yang melintas di kawasan tersebut pada hari yang sama. Ia mengaku sempat kebingungan saat menghadapi perubahan jalur karena minimnya petunjuk arah.
“ini membingungkan karena tidak adanya petunjuk atau arah panah jalan,” kata IS.
Pantauan Tindak.com di lokasi, Sabtu (19/9/2026), juga menemukan adanya pengendara roda dua yang diduga salah mengambil jalur.
Pengendara tersebut merupakan dua perempuan yang melaju dari arah Makassar menuju Kabupaten Bone.
Setelah menyadari posisi kendaraannya berada di jalur yang tidak sesuai, keduanya terpaksa memutar balik.
Beruntung, pada saat kendaraan melakukan putar balik, tidak terdapat kendaraan lain dari arah berlawanan sehingga situasi dapat kembali terkendali.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kejelasan informasi lalu lintas, terutama setelah terjadi perubahan konfigurasi jalan. Rambu, marka jalan, serta petunjuk arah menjadi perangkat penting untuk membantu pengendara memahami pola arus kendaraan dan menentukan jalur yang benar.
Warga dan pengguna jalan berharap instansi berwenang segera melakukan evaluasi terhadap kondisi lalu lintas di kawasan tersebut, termasuk memastikan ketersediaan dan keterbacaan rambu, marka jalan, petunjuk arah, serta aspek keselamatan lainnya.
Evaluasi dinilai penting untuk mencegah kesalahan pengambilan jalur yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada ruas yang mengalami perubahan pola arus lalu lintas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih berupaya di konfirmasi mengenai perubahan konfigurasi jalur, kondisi rambu dan marka, serta langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
M.S. Mattoreang