SINJAI, Tindak.com — Sehari menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antarwaktu (PAW) Desa Samaturue, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, muncul dugaan adanya tekanan dan intervensi terhadap sejumlah pemilih.
Informasi yang diterima Tindak.com menyebutkan, dugaan tekanan tersebut menyasar sejumlah tenaga pendidik, penerima bantuan sosial, hingga kelompok tani yang memiliki hak suara. Mereka diduga diarahkan untuk memberikan dukungan kepada salah satu calon.
Jika dugaan tersebut benar, praktik demikian patut dipertanyakan karena berpotensi mencederai prinsip demokrasi dan kebebasan pemilih dalam menentukan pilihan politiknya.
Terlebih, kontestasi Pilkades Samaturue melibatkan calon yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Karena itu, pihak-pihak dari luar seharusnya tidak mengambil peran dengan cara melakukan tekanan ataupun intervensi terhadap pemilih.
Pilkades semestinya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin berdasarkan hati nurani, tanpa intimidasi, tekanan, maupun kepentingan kelompok tertentu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Syuaib saat di temui salah satu rekan jurnalis di Sinjai, menegaskan dirinya tidak pernah memerintahkan pihak mana pun untuk menekan tenaga pendidik yang memiliki hak suara, apalagi mengarahkan mereka memilih salah satu calon.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak yang menggunakan jabatan, bantuan, maupun fasilitas tertentu untuk memengaruhi kebebasan pemilih.
Dugaan intervensi ini perlu menjadi perhatian serius panitia Pilkades, pemerintah daerah, serta pihak terkait agar proses pemilihan berjalan jujur, bebas, adil, dan tanpa tekanan.
Sebab, kemenangan yang lahir dari tekanan terhadap pemilih bukanlah kemenangan demokrasi, melainkan persoalan baru yang berpotensi meninggalkan luka di tengah masyarakat.
M.S.Mattoreang