Catur memiliki perjalanan panjang hampir 1.500 tahun:
Asal-usul: Muncul di India sekitar abad ke-6 Masehi dengan nama Chaturanga, yang berarti "empat divisi militer" (infanteri, kavaleri, gajah, kereta perang).
Persia: Menyebar ke Persia dan dikenal sebagai Shatranj. Di sini lahir istilah "Syah" (Raja) dan "Syah Mat" (Raja tak berdaya) yang kini jadi skakmat.
Dunia Arab & Eropa: Masuk ke dunia Arab, lalu ke Eropa lewat Spanyol dan Sisilia. Abad ke-15–16 aturan mulai disempurnakan menyerupai bentuk modern, dengan peran Ratu diperkuat menjadi bidak terkuat .
Dunia Modern: Tahun 1924 didirikan FIDE (Federasi Catur Dunia) yang mengatur kejuaraan dunia, menjadikan catur sebagai olahraga pikiran yang diakui dunia.
Catur bukan sekadar permainan hiburan biasa, melainkan sebuah permainan strategi yang mengandung banyak nilai kehidupan dan filosofi yang mendalam. Berikut adalah makna utamanya:
1. Melatih Berpikir Kritis dan Berencana
Setiap langkah dalam catur harus dipikirkan matang-matang. Kita diajarkan untuk tidak bertindak terburu-buru, melihat akibat dari setiap keputusan, serta merencanakan langkah ke depan. Ini melatih kedewasaan berpikir dalam menghadapi masalah sehari-hari.
2. Mengajarkan Tanggung Jawab
Dalam catur, setiap kesalahan adalah tanggung jawab sendiri. Tidak ada alasan untuk menyalahkan orang lain. Hal ini mengajarkan kita untuk berani menanggung konsekuensi dari setiap tindakan yang kita ambil.
3. Menghargai Peran dan Kerja Sama
Setiap buah catur memiliki tugas dan kekuatan yang berbeda-beda—mulai dari Bidak, Kuda, Gajah, Benteng, Menteri, hingga Raja. Tidak ada yang lebih hebat sendirian; kemenangan hanya bisa diraih jika semua bekerja sama dengan baik. Ini mengajarkan arti gotong royong dan menghargai peran setiap orang dalam kehidupan bermasyarakat.
4. Melatih Kesabaran dan Pengendalian Diri
Catur mengajarkan kita untuk tetap tenang dalam situasi sulit, tidak mudah putus asa meski posisi sedang terdesak, serta tidak sombong saat berada di posisi unggul.
5. Simbol Perjuangan dan Strategi Kehidupan
Papan catur ibarat dunia kehidupan. Kita akan menghadapi berbagai tantangan, rintangan, dan persaingan. Untuk mencapai tujuan, kita membutuhkan strategi yang tepat, ketekunan, serta kemampuan membaca situasi dengan baik.
6. Menumbuhkan Sportivitas
Kemenangan diraih dengan hormat, kekalahan diterima dengan lapang dada. Catur mengajarkan kita untuk menghormati lawan, karena tanpa lawan yang baik, kita tidak bisa mengasah kemampuan diri sendiri. (Red)


