TINDAK, GARUT – Berdasarkan hasil investigasi dan pemantauan lapangan yang dilakukan oleh tim media, ditemukan ketidaksesuaian pada distribusi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) khususnya untuk klasifikasi wilayah Kadungora desa karang tengah kecamatan Kadungora kabupaten Garut.
Laporan menunjukkan bahwa kandungan nutrisi dan komposisi makanan yang diterima tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Poin-Poin Temuan Utama:
Ketidaksesuaian Menu yang disajikan untuk 2 hari dengan porsi susu 1 buah naga setengah apel 1, serat yang sangat minim, jauh dari angka kecukupan gizi yang dijanjikan.
Kualitas Bahan: Ditemukan indikasi penurunan kualitas bahan baku dibandingkan dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak pengadaan.
Ketepatan Sasaran: Ketidaksesuaian ini dikhawatirkan akan berdampak pada tujuan utama program dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.
Pernyataan Tim Investigasi:
"Kami menemukan adanya disparitas yang cukup signifikan antara apa yang direncanakan di tingkat pusat dengan realisasi di lapangan.
Saya sangat kecewa karna menu yang di dapat kan sangat tidak memadai masa iya untuk 2 hari hanya beberapa saja
• susu ultra 1
• buah naga setengah
• apel 1 ( itu juga tidak segar/sudah mulai lembek dan bolong" ) Ujar orang tua siswa.
menu yang ada saat ini sangat tidak memadai dan perlu segera dilakukan evaluasi terhadap pihak penyedia jasa (vendor) maupun rantai distribusinya."
Tuntutan dan Rekomendasi:
Evaluasi Segera: Meminta dinas terkait untuk melakukan audit menyeluruh terhadap kualitas makanan di seluruh titik distribusi.
Transparansi Anggaran: Mendorong adanya keterbukaan informasi mengenai alokasi biaya per porsi agar masyarakat dapat ikut mengawasi.
Sanksi Tegas: Memberikan teguran atau sanksi kepada pihak ketiga jika terbukti melakukan pengurangan kualitas menu demi keuntungan sepihak.
Laporan ini disusun sebagai bentuk fungsi kontrol media dalam memastikan program pemerintah berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Seharus nya untuk MBG ini melakukan hal yang terbaik untuk mengindahkan kejadian sebelum nya yang menyebab kan murid sekolah keracunan karna kelalaiannya** Asep Saepuloh
