BULUKUMBA Tindak.Com- Lembaga Gerakan Intelektual Satu Komando (GISK) kembali menggelar unjuk rasa, Jumat, 13 Februari 2026. Setelah berorasi di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bulukumba, massa melanjutkan aksi ke kantor Koperasi KSU Adil Makmur di Jalan Melati.
Saat tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 Wita, kantor koperasi dalam keadaan tertutup. Tidak ada pengurus yang terlihat di dalam maupun di sekitar gedung. Massa aksi bertahan hingga sekitar pukul 14.00 Wita, namun tak satu pun perwakilan koperasi menemui mereka.
Koordinator lapangan
( Korlap )Saharuddin, menyebut sikap tersebut sebagai bentuk penghindaran terhadap aspirasi publik. Menurut dia, GISK ingin meminta klarifikasi atas dugaan penggelapan dalam jabatan yang sebelumnya dilaporkan ke Polsek Ujung Bulu.
"Kami datang untuk menyampaikan aspirasi dan meminta penjelasan secara terbuka. Jika memang ada laporan dan kerugian sebagaimana disebutkan, seharusnya bisa dijelaskan kepada publik,kata Saharuddin di lokasi aksi.
Di tempat serupa,Ketua Umum Gerakan Intelektual Satu Komandan (GISK) Andi Riyal, mempertanyakan komitmen akuntabilitas KSU Adil Makmur sebagai lembaga yang menghimpun dan mengelola dana anggota. Ia menyinggung Laporan Polisi Nomor LP/B/163/IX/2025/SPKT/Polsek Ujung Bulu/Polres Bulukumba dan meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti perkara tersebut secara transparan.
"Ketika lembaga yang mengelola keuangan publik memilih menutup diri saat dimintai klarifikasi, wajar jika muncul kecurigaan. Kami mendesak Polres Bulukumba memeriksa pimpinan dan pengurus koperasi,” ujar Riyal.
GISK juga meminta Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bulukumba serta Kementerian Koperasi dan UKM melakukan evaluasi menyeluruh terhadap legalitas dan tata kelola KSU Adil Makmur.
Hingga berita ini di terbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak KSU Adil Makmur terkait aksi tersebut maupun substansi tuntutan yang disampaikan massa. Tindak .Com belum berhasil menghubungi pengurus koperasi untuk meminta konfirmasi.
M.S.Mattoreang