Pangkep Tindak .Com-
Perjalanan rombongan Study Tiru dari Desa Kalobba, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai menuju Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep, pada Sabtu (27/12/2025) berlangsung penuh kesan dan cerita.
Desa Tompo Bulu yang berada di ketinggian 1.335 mdpl dari dasar Laut, Desa ini berada di kaki Gunung Bulu Saraung yang dikelilingi gugusan gunung serta perbukitan tinggi.
Di setiap tikungan dan tanjakan, para pelintas disambut deretan lafaz zikir dan kalimat pujian kepada Allah. Tulisan-tulisan itu bukan sekadar hiasan, melainkan pengingat akan kebesaran Sang Pencipta di tengah keheningan alam pegunungan.
Meski jalur yang ditempuh menantang, tekad rombongan tidak sedikit pun luntur. Mereka terdiri dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kalobba.
Dengan Niat belajar, bertukar gagasan, dan memperkuat tata kelola desa.
Di barisan terdepan selalu hadir sosok.pemimpin hebat dia adalah Taufiq SS.M.Si (Kepala Desa kalobba)., Ia terus menebar semangat. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya, meski lelah tampak menyelimuti tubuh.
di aula pertemuan Desa Tompo Bulu, Taufiq menyampaikan pesan bermakna di hadapan peserta Study Tiru dan tuan rumah.
"Tak ada kata lelah dalam mencari ilmu dan meraih mimpi. Saya tahu, saat menapaki jalan terjal tadi, banyak pertanyaan yang mungkin muncul dalam hati,ujarnya.
Namun menurutnya, perjalanan itu sendiri telah menghadirkan jawaban.
"Semua terjawab oleh pemandangan yang megah dan keikhlasan warga dalam menyambut kita. Inilah kekuatan Desa Tompo Bulu .,ketulusan yang menyejukkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tompo Bulu, Abd. Kadir Hakim, S.Pd.I., M.Pd., menerima kedatangan rombongan dengan penuh keramahan. Pertemuan kedua kepala desa berlangsung hangat dan akrab. Mereka saling berpelukan sebagai simbol persaudaraan, disaksikan aparat desa serta anggota BPD Tompo Bulu yang turut mendampingi jalannya kegiatan.
Suasana pertemuan berlangsung cair. Dialog, diskusi, dan berbagi praktik berjalan baik, walau pengelolaan internet desa menjadi inti kegiatan. Namun di balik itu semua, nuansa kekeluargaan terasa lebih kuat ,seolah menghapus seluruh lelah perjalanan panjang.
Tompo Bulu bukan hanya menyuguhkan panorama pegunungan yang elok. Desa ini juga menyimpan kearifan lokal yang unik. Salah satunya, setiap pasangan yang menikah diwajibkan melangsungkan akad pada hari Jumat serta menanam satu pohon durian. Tradisi ini menjadi simbol keberkahan rumah tangga sekaligus wujud cinta masyarakat terhadap alam.
Kegiatan Study Tiru ini pun meninggalkan kesan mendalam bagi rombongan Desa Kalobba. Apa yang mereka temui di Tompo Bulu bukan sekadar pengetahuan administratif, maupun sistem pengelolaan internet,melainkan pelajaran tentang ketulusan, keteguhan langkah, dan nilai kebersamaan yang tumbuh di tanah pegunungan.
Pada akhirnya, satu hal terasa begitu jelas:
kadang, ilmu terbaik justru ditemukan di tengah jalan yang terjal ,saat hati tetap memilih untuk melangkah.
M.S.Mattoreang