TINDAK, Tasikmalaya- Pembangunan jembatan Bedeng di ruas jalan Pagerageung-Pamoyanan, pada pembangunan jalan provinsi bagi anak anak muda Mayana(Desa Pagersari) telah menjadi berkah dalam kehidupan sehari hari. Dengan dibangunnya jembatan penghubung Pagerageung- Pamoyanan ini telah membuka lapangan kerja yang mendatangkan cuan dalam sehari harinya
Anak anak muda ini siang malam nangkring ditengah jalan dan mengatur membantu kelancaran arus lalu lintas setiap hari. Mereka dalam kegiatan mengatur lalu lintas tidak pernah meminta paksa kepada para pengguna jalan, tetapi secara sukarela dengan memberi seadanya.
Mereka menjaga arus lalu lintas itu secara bergantian siang malam. Ada dua grup yang mengatur arus kendaraan, diujung jembatan sebelah barat dan disebelah timur. Masing masing grup dijaga oleh lima orang. Hasil pendapatan dari mengatur lalin menurut seorang penjaga lumayan buat mencukupi kehidupan sehari-hari.
" Lumayanlah daripada ngak ada kerjaan, yang penting jangan malu dan harus kuat physik untuk melawan panas dan angin malam," kata seorang penjaga.
"Saya sukarela ngak maksa minta uang kepada pengguna jalan. Saridonya sajah..",timpalnya lagi.
Gerakan pemuda Mayana dalam mengatur lalu lintas ini diinisiasi oleh Kang Adut, juga pemuda Karang Taruna Desa Pagersari, Kecamatan Pagerageung.
"Karena lokasi jalan ini masuk wilayah Desa Pagersari, maka yang mengatur dan menjaga arus lalulintas disini adalah anak anak muda Mayana. Kami pun berkordinasi dengan aparat keamanan Pagerageung," Kata ketua Tarka Hendi.
Keberadaan penjaga dan pengatur keluar masuk kendaraan tanpa SK dan Surat Tugas ini sangat bermanfaat bagi para pengguna jalan yang melintas pada ruas jalan Pagerageung -.Pamoyanan. Apalagi jika pas kendaraan sedang macet.
Meski hanya bermodal jaket tangan panjang dan kupluk penutup kepala, namun jangan dianggap enteng. Bagaimana pun ini merupakan ekonomi kreatif yang setiap menit mendatangkan uang.
"Makan, ngerokok dan uang saku setiap harinya pasti ada, asal mau nongkrong di jalan saja," kata Adut kepada TINDAK.
Komunitas Kehidupan jalanan secara perlahan terbentuk. Saling membutuhkan satu sama lainnya. Memberi dan menerima. Namun mereka pun mampu menjaga keamanan dan kondusipitas di jalan dengan rasa tanggung jawab.**dad



