SINJAI, Tindak.com -Budidaya semangka nonbiji yang dikembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Kalobba bersama Kelompok Tani Ompoe menghasilkan sekitar 30 ton semangka dengan luas lahan seluas 3 hektare. Panen berlangsung di Ompoe Dusun Kabuno, Desa Kalobba, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Minggu, 30 Agustus 2026.
Ketua BUMDes Sejahtera Kalobba, Nasir, mengatakan semangka yang dipanen memiliki kualitas baik. Di tingkat petani, harga jual semangka berada di kisaran Rp6.000 per kilogram.
"Alhamdulillah, hari ini kita panen sekitar 30 ton semangka nonbiji. Ini merupakan hasil kemitraan BUMDes Sejahtera dengan Kelompok Tani Ompoe yang diketuai Andi Aksan,” kata Nasir kepada wartawan
Menurut Nasir, pemasaran semangka dari Desa Kalobba relatif lancar. Hasil panen telah tembus ke sejumlah daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Kepala Desa Kalobba, Taufiq, S.S., M.Si., mengatakan budidaya semangka nonbiji memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu komoditas pertanian desa.
"Dengan siklus panen sekitar 70 hari dan pasar yang relatif terbuka, budidaya semangka memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan,” ujar Taufiq.
Terpisah:Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ompoe, Andi Aksan, mengatakan luas areal tanam semangka di wilayah tersebut tahun ini mencapai sekitar 11 hektare. Namun, baru sekitar 3 hektare yang memasuki masa panen.
Kami menargetkan perluasan areal tanam hingga 15 hektare pada tahun Depan.
“Pihaknya berencana memperluas areal tanam hingga 15 hektare guna meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” kata Andi Aksan saat ditemui di lokasi panen.
Perluasan lahan diharapkan dapat meningkatkan volume produksi dan memperkuat posisi semangka nonbiji sebagai salah satu komoditas pertanian potensial di Desa Kalobba.
Budidaya ini juga diharapkan memberi dampak terhadap pendapatan petani sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa.
M.S. Mattoreang