TINDAK, Kab Tasikmalaya
- Acara Milangkala Hari Jadi kecamatan Pagerageung yang ke 97 yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya. Senin(3/7/2026) berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kekeluargaan.
Hadir dalam acara tersebut, Camat Pagerageung Nandang Heriyana M.Si Hut , Kapolsek Pagerageung AKP Deni Susanto SH.,MH, Danramil 1206 Pagerageung diwakili oleh Peltu Dani, Drs.H.Taupik Faturohman selaku Budayawan Sunda, Kepala Puskesmas H Yoyo, alim ulama, para Kepala Desa, para Kepala sekolah, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Acara yang merupakan momen bersejarah bagi masyarakat Pagerageung itu, mengingatkan kilas balik pada awal berdirinya Pagerageung yang sudah berdiri selama 97 tahun sampai saat ini.
Dalam sambutan yang diberikan oleh beberapa tokoh menandaskan, bahwa Milangkala hari jadi Pagerageung yang ke 97 ini harus merefleksikan semangat kesatuan dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Sesuai dengan tema: “Menguatkan Sinergi Menuju WALASRI: Waluya, Aman, Sejahtera, Religius, Islami”,
Perayaan ini menjadi tonggak pengembangan wilayah. Sejak digerakkan Yayasan WALASRI pada tahun 2023, semangat ini terus tumbuh dan menyatu dengan jiwa pembangunan daerah.
Camat Pagerageung, Nandang Heryana, dalam sambutannya menegaskan komitmen menyelaraskan program pemerintah kabupaten dengan nilai-nilai WALASRI. Beliau mengajak seluruh pihak mewujudkan prinsip pelayanan prima yang dikenal sebagai Layanan 5K dan 4K.
“Kita harus amalkan 5K: senyum, salam, sapa, sopan, santun. Serta 4K: kemudahan, kecepatan, kemanfaatan, kebahagiaan,” ujar Camat. Prinsip ini menjadi landasan utama dalam melayani masyarakat setiap harinya.
Ketua Yayasan WALASRI, H. Heri Kusdiana, menekankan bahwa Milangkala Pagerageung bukan hanya sekadar seremonial belaka. “Ini momen memperkuat kebersamaan dan gotong royong demi kemajuan daerah,” tegasnya, bahkan katanya lagi Yayasan harus menjadi penggerak utama visi misi.
Landasan filosofi WALASRI diuraikan secara mendalam oleh Taufik Faturohman Rohman, budayawan Sunda sekaligus perancang utama konsep ini. Ia menjabarkan lima pilar utama: kesehatan, keamanan, kesejahteraan, religiusitas, dan nilai Islami sebagai fondasi moral pembangunan.
Tokoh muda Pagerageung turut menambahkan bahwa semangat ini harus menjadi cermin untuk lebih memajukan Kecamatan Pagerageung.
“Dengan WALASRI sebagai pedoman, kita bisa melahirkan masyarakat yang sehat, aman, makmur, dan berakhlak mulia,” kata Abinil Karim, bendahara panitia acara tersebut.
Rangkaian kegiatan berjalan tertib dan bermakna. Acara dipandu oleh Witriani, dan Agus Muharram, dengan pembukaan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswa SMAN 1 Pagerageung serta penutup berupa doa bersama yang dipimpin KH. Agus R.
Menurut Kasipem Kecamatan Pagerageung, Wawan Widarmanto, menjelaskan, bahwa acara seremonial ditutup dengan tradisi ziarah bersama ke makam pendiri Kecamatan Pagerageung, Eyang Argagurnita, serta makam ulama Eyang Jalalain di Desa Pagerageung***dad/esu


