TINDAK,KAB,TASIKMALAYA.JABAR – Sebuah kisah memilukan menimpa seorang ibu rumah tangga berinisial W (38) bersama dua anaknya yang masih dibawah umur di Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Selama satu bulan penuh, mereka diduga menjadi korban penyekapan di sebuah rumah milik Indra sang pengusaha dan diduga akibat sang suami Inisial H (44) yang terjerat masalah keuangan.
Kasus ini mulai mencuat ke publik setelah adanya pendampingan hukum dan keberanian korban untuk menceritakan kronologi peristiwa yang traumatis tersebut.
Berdasarkan keterangan korban,yang berdomilisili di Kampung Panguyangan Desa Sirnaraja,Kecamatan Cigalontang,Kabupaten Tasikmalaya, peristiwa ini bermula pada awal Januari 2024. Sang suami diduga memiliki utang terhadap perusahaan senilai kurang lebih Rp271 juta.
Karena sang suami tidak mampu melunasi dalam waktu singkat, pihak perusahaan diduga menjadikan istri dan anak-anaknya sebagai "jaminan".
Penyekapan berlangsung dari 5 Januari hingga 5 Februari 2024, Di sebuah rumah di Perumahan Bumi Mas, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, kabupaten cianjur. Selama penyekapan, pintu rumah dikunci dari luar. Korban dan anak-anaknya dilarang keras keluar rumah sebelum uang tersebut dikembalikan.
"Selama satu bulan saya dikurung, saya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Beruntung, ada tetangga yang merasa iba dan memberikan bantuan makanan dengan cara sembunyi-sembunyi.
"Untungnya Ada tetangga baik yang mau nolongin, itu pun harus malam-malam, dengan cara manjat pagar atau lewat lantai dua untuk kasih roti atau mi instan," ujar W dengan nada bergetar saat memberikan keterangan.
Dampak dari kejadian ini sangat membekas bagi W dan kedua anaknya yang masing-masing berusia 15 tahun (pelajar SMA) dan 5 tahun (siswa PAUD). W mengaku setiap kali mendengar nama "Cianjur" atau mengingat lokasi kejadian, dirinya merasa lemas dan trauma berat.
Lanjut W, "mendengar kata Cianjur saja saya lemas, Pak. Anak saya juga sama, dia merasa marah dan trauma kalau ingat kejadian itu," tambahnya.
Setelah berhasil lepas dari penyekapan dan mendapatkan perlindungan, W berharap kasus ini dapat diproses secara adil. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui sama sekali urusan uang atau utang suaminya terhadap perusahaan. Sangat tidak adil jika ia dan anak-anaknya yang harus menanggung beban tersebut.
Saat ini, kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwajib dan sedang dalam penanganan untuk mengungkap dalang dibalik aksi penyekapan ilegal tersebut. (Selasa (05/4/2026).**ynt
