Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Zulhijjah 1447 Hijriyah. Momentum Idul Adha bukan hanya tentang seremoni dan pembagian daging kurban, tetapi juga tentang amanah, kejujuran, dan tanggung jawab. Keikutsertaan pemerintah dalam pelaksanaan Idul Adha, selain pelayanan, juga memberikan contoh yang baik dalam tatacara ibadah kepada Alllah swt. Karena itu Pemda harus memperhatikan seluruh prosesnya berjalan baik dan benar.
Mulai dari perencanaan anggaran, proses tender atau penunjukan pihak penyedia, kriteria kelayakan hewan sesuai syariat, hingga pendistribusiannya kepada masyarakat. Jangan sampai peristiwa tahun 2025 terulang kembali. Saat itu, pagu anggaran sebesar 4,25 miliar rupiah yang dialokasikan untuk pengadaan 250 ekor domba, 100 ekor sapi, termasuk dua ekor sapi jumbo, menjadi sorotan publik.
Mengapa bisa demikian??
Karena proses pengadaannya dinilai tidak transparan. Muncul dugaan adanya praktik pemerasan dan mark-up oleh oknum pejabat. Dan yang paling memprihatinkan, banyak domba yang diduga tidak memenuhi syarat secara fikih untuk dijadikan hewan kurban.
Padahal dalam syariat Islam, hewan kurban harus memenuhi ketentuan umur, kesehatan, dan kelayakan tertentu. Kalau hewannya saja tidak sah menurut syariat, lalu bagaimana status ibadah kurbannya? Ini bukan sekadar soal administrasi. Ini soal ibadah kepada Allah, soal amanah umat, bahkan soal uang rakyat. Dan ini juga soal sah atau tidaknya ibadah.
Sungguh ironis…Ketika niat ibadah masyarakat justru tercoreng oleh praktik yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, masyarakat jangan diam. Media harus kritis. Inspektorat, aparat penegak hukum dan DRPD harus mengawasi. Para pejabat harus sadar bahwa jabatan adalah amanah, bukan kesempatan mencari keuntungan.
Idul Adha harus menjadi momentum ketakwaan, bukan ladang bancakan anggaran. Mari kawal bersama pengadaan hewan kurban tahun ini agar transparan, sesuai syariat, dan benar-benar membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Mari kita kawal dan awasi bersama, agar proses ini berjalan baik dan penuh berkah.
***Penulis KH.Dedi ZulharnannM.Ag
