SINJAI Tindak .Com
Kelangkaan LPG 3 kilogram terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Harga di pengecer melonjak jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Hasil penelusuran Tindak.Com,di Kecamatan Sinjai Selatan, harga gas melon mencapai Rp23 ribu , Sementara di Kecamatan Tellulimpoe, tembus hingga Rp25 ribu per tabung.
Sejumlah pengecer yang di temui mengaku pasokan LPG 3 kg dalam beberapa pekan terakhir terbatas.
"Iye, barangnya susah didapat, jadi harga ikut naik,” kata seorang pengecer di Sinjai Selatan, Selasa 7 April 2026.
Terpisah ,Nur Laela,
warga
Tellulimpoe, mengaku kesulitan mendapatkan gas LPG sesuai HET.
Ia bahkan mengakui terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut memicu keresahan. Selain barang sulit diperoleh, lonjakan harga dinilai semakin membebani warga.
Tak hanya itu,sejumlah pengusaha seperti resto maupun usaha lain juga menggunakan, bahkan muncul dugaan adanya kebocoran distribusi, di mana tabung LPG 3 kg dibawa keluar daerah.
Praktik ini diduga ikut memperparah kelangkaan di tingkat lokal.
Padahal, sesuai ketentuan, tabung gas 3 kg diperuntukkan bagi masyarakat miskin
Namun fakta di lapangan, penggunaan LPG subsidi bagi kalangan menengah dan pelaku usaha masih marak.
Pemerintah daerah didesak segera turun tangan, memperketat pengawasan distribusi, menindak penyalahgunaan, serta memastikan pasokan kembali normal agar harga tidak terus melambung.
M.S.Mattoreang