SINJAI Tindak.Com-
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sinjai melakukan kunjungan ke UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Sinjai sebagai bagian dari upaya memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Sinjai Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Andi Bahrul Hayat, ST, meninjau langsung kondisi pelatihan serta berdiskusi terkait peluang kerja sama antara BAZNAS dan pihak BLK.
Menurut Bahrul, terdapat ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan, terutama dalam memenuhi kebutuhan peserta pelatihan agar mampu mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan program.
" kami menilai ada peluang kerja sama untuk membantu kebutuhan peserta, khususnya penyandang disabilitas., agar ke depan mereka dapat membuka usaha sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan yang diberikan BAZNAS tidak hanya terbatas pada penyaluran sembako, tetapi juga diarahkan pada program produktif berbasis keterampilan. Namun untuk bantuan usaha tetap melalui mekanisme pengajuan proposal sesuai kebutuhan
"Selama ini kami juga telah menyalurkan berbagai bantuan sosial, seperti sembako, bantuan untuk sekolah luar biasa (SLB), hingga dukungan lainnya.
Ke depannya, kami berupaya memberikan bantuan untuk membuka peluang usaha sesuai keahlian masing-masing, seperti bantuan perbengkelan dan mesin jahit, jelas Andi
Bahrul
Seluruh program Tahunan BAZNAS telah di rancang termasuk bantuan modal usaha dan dukungan bagi santri kurang mampu yang sebagian telah terealisasi.
"Pada prinsipnya, kami berupaya mengangkat harkat dan martabat masyarakat, khususnya fakir miskin, penyandang disabilitas, serta santri yang membutuhkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPT BLK Sinjai, Andi Rindang, menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap kolaborasi dengan BAZNAS dapat segera terealisasi.
Ia menyebutkan, dukungan berupa bantuan alat usaha sangat dibutuhkan oleh para peserta yang telah dinyatakan kompeten setelah mengikuti pelatihan.
"Kami berharap sinergi ini dapat berjalan dengan baik, sehingga peserta pelatihan yang sudah kompeten dapat memperoleh bantuan, seperti mesin jahit, agar keterampilan yang dimiliki bisa dikembangkan dan membuka usaha mandiri, khususnya bagi penyandang disabilitas,” ujarnya.
M.S. Mattoreang