SINJAI Tindak Com- Puluhan hektare sawah di Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, terancam tidak tergarap pada musim tanam tahun pertama.
Proyek irigasi yang bersumber dari anggaran 2025 hingga pertengahan Februari 2026 belum juga rampung, memicu keresahan petani setempat.
Sejumlah petani menyebut keterlambatan pekerjaan berdampak langsung pada ketersediaan air untuk lahan pertanian. Tanpa aliran irigasi yang stabil, mereka kesulitan memulai pengolahan sawah.
"Dengan keterlambatan pekerjaan, tentu kami dirugikan. Kami tidak bisa lagi menggarap sawah karena tidak ada aliran air. Untuk berharap tadah hujan juga tidak menentu,” ujar seorang petani saat ditemui di Jalan Poros Bikeru–Palangka, Sabtu (14/2/2026).
Pantauan Tindak.com, Di sungai Apareng hulu saluran menunjukkan penutup pintu pembuangan air dalam kondisi rusak. Aliran air berpotensi tidak terkontrol, Kondisi ini dinilai memperburuk distribusi air ke area persawahan warga nantinya
Warga juga mengeluhkan tidak adanya pengawasan rutin. Dalam empat bulan terakhir, menurut mereka, tidak ada petugas yang melakukan kontrol terhadap pintu masuk air hingga mengalami kerusakan parah
“Sudah empat bulan tidak ada yang kontrol. Petugas sebelumnya dipindahkan ke Makassar,” kata seorang warga.
Belum rampungnya proyek yang dibiayai anggaran tahun sebelumnya itu menimbulkan tanda tanya terkait progres pekerjaan, pengawasan teknis, serta target penyelesaian. Petani khawatir, jika musim tanam terlewat, dampaknya tidak hanya pada penurunan produksi padi, tetapi juga pada pendapatan rumah tangga yang bergantung pada hasil panen.
Selain potensi gagal tanam, keterlambatan proyek irigasi juga dinilai dapat mengganggu stabilitas pasokan pangan lokal. Petani berharap pemerintah daerah dan instansi teknis segera turun tangan memastikan penyelesaian proyek sesuai perencanaan serta mengaktifkan kembali sistem pengawasan pengairan.
Transparansi terkait progres pekerjaan dan alasan keterlambatan menjadi tuntutan utama warga.
Mereka meminta penjelasan terbuka mengenai kendala di lapangan serta langkah konkret untuk menjamin ketersediaan air dalam waktu dekat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak dinas terkait maupun kontraktor pelaksana masih dalam upaya konfirmasi.
M.S. Mattoreang