TINDAK, Tasikmalaya--Pada pelaksanaan acara mewarnai dan manasik haji kecil yang telah dilaksanakan oleh PC IGRA Kecamatan Pagerageung dilaksanakan, ada dua momen di lokasi yang berbeda.
Kegiatan yang pertama di tempat wisata Erbehek Kp Cikerenceng Desa Guranteng, Kecamatan Pagerageung dengan jumlah peserta dari lembaga RA se Kecamatan Pagerageung cukup besar yang terdiri dari 16 RA, dimana setiap peserta dikenakan biaya Rp 90 .000.,
Kemudian pada acara kedua dilaksanakan di Resto Pesawat dengan biaya Rp 90 .000, per siswa. Saat itu yang hadir hanya 8 RA, kurang lebih 100 orang lebih. kalau untuk ongkos mobil masing masing Rp 20.000. Selasa(10/2/2026).
Sebagaimana umumnya apabila ada acara acara atau pun perayaan, awak media sebagai tamu tak diundang pasti ada yang datang untuk mendapatkan berita. Apalagi Pers sesuai amanat Undang Undang Pers no 40 tahun 1999 adalah sebagai mitra penting pemerintah yang hadir untuk menyampaikan informasi, tentang apa dan bagaimana pelaksanaan atau suatu peristiwa terjadi, apalagi pada sebuah institusi yang mendapatkan anggaran negara dan untuk melayani warga masyarakat.
Namun bagi ketua IGRA Kecamatan Pagerageung, Ida, kedatangan wartawan tidak disambut dengan lapang dada sebagai mitra yang mengawal jalannya program pendidikan PAUD, justru seperti alergi kepada awak media dan selalu menjauh. Boro boro bisa untuk diwawancarai. Semua kecut dengan ekspresi berwajah dingin. Ada apa dengan sikap seperti itu?
Sikap tidak bermitra dengan baik dan alergi terhadap Wartawan itu kerap terlihat dalam setiap acara acara IGRA yang diselenggarakan di Kecamatan Pagerageung, seperti yang baru saja terjadi pada acara Manasik Haji Anak anak RA***Endang Sudra
