SINJAI Tindak .Com-
Dengan mengusung tema “Bersinergi Menuju Desa yang Maju, Mandiri, dan Berkearifan Lokal,”
Puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-20 Desa Samaturue digelar khidmat di Aula Desa Samaturue, Selasa (30/12/2025). Perayaan ini terasa istimewa karena dihadiri para tokoh pendiri dan perintis lahirnya desa, yang selama ini menjadi saksi perjalanan panjang Samaturue menapaki usia dua dekade.
Dalam sambutannya, Mewakili Pemerintah Desa,Dirham Sugesti ,menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan yang tetap terjaga hingga kini.
"Mewakili Seluruh Pemerintah Desa, kami bersyukur karena para tokoh dan perintis berdirinya Desa Samaturue masih berada di tengah-tengah kita. Semoga di usia 20 tahun ini, Samaturue semakin maju dan memberi manfaat bagi seluruh warganya,” ujarnya.
Harapan senada disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sekaligus salah satu perintis lahirnya Desa Samaturue, Zainal Alam. Dalam suasana haru, ia mengajak seluruh hadirin untuk mengenang almarhum Palewai, SE, dengan mengirimkan bacaan Surah Al-Fatihah sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian beliau.
Lebih lanjut Zainal mengisahkan, Samaturue lahir dari semangat kebersamaan warga empat desa: Desa Kalobba, Desa Massaile, dan Desa Kalobba, atas prakarsa H. Mustamin L. bersama para sahabatnya. Nama “Samaturue” dipilih dengan makna yang luhur: kerja sama dalam segala hal.
“olehnya itu Semangat juang para pendiri harus terus kita jaga dan maknai. Tanamkan budaya sipakatau dan sipaklebbi dalam kehidupan sehari-hari, agar nilai persaudaraan tetap hidup di tengah masyarakat, pesannya.
Sementara itu, Camat Tellulimpoe yang diwakili Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat ,sekaligus perintis berdirinya Desa Samaturue, Saddik mengingatkan bahwa usia 20 tahun merupakan momentum penting untuk semakin matang dan bertumbuh.
“Di usia ini, marilah kita tingkatkan kesadaran bersama. Mari berpikir dan bergerak memajukan desa, karena Samaturue adalah tanggung jawab kita semua. Sebagai penggagas berdirinya desa ini, saya pun ikut menanggung beban moral bila mana setiap tahun Samaturue tidak menunjukkan kemajuan,” ujarnya
Ia pun menegaskan.
Perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah penanda bahwa Samaturue tumbuh dari doa, perjuangan, dan cinta para perintisnya. Dua puluh tahun berlalu, namun api kebersamaan itu tetap terjaga,menjadi suluh bagi langkah Samaturue menuju masa depan yang lebih cerah.
Kegiatan ini turut di hadiri oleh pendamping lokal Desa ,Musliati S.Pd, para kepala Dusun, RT RW,Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama, tokoh pemuda, Tokoh Wanita serta direktur BUMDES.
Penulis :M. S. Mattoreang