Tasikmalaya, Tindak — Di sudut Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, SMP Negeri Satu Atap 2 yang berlokasi di Desa Parentas, berdiri tegak bagaikan mercusuar harapan bagi putra-putri warga yang mendambakan pendidikan bermutu di tanah kelahiran mereka sendiri. Selama ini, sekolah ini mengemban amanah mulia mendidik 58 peserta didik — anak-anak yang datang dari berbagai penjuru wilayah, dengan semangat belajar yang tak pernah luntur, meski ruang dan sarana yang tersedia belum sepenuhnya memadai. Keberadaan satuan pendidikan ini adalah bukti nyata: tak ada generasi yang tertinggal hanya karena jarak maupun keterbatasan fasilitas.
Namun, cita-cita luhur tersebut kerap diuji keterbatasan fisik ruang belajar. Ruang yang kurang layak, suasana yang belum nyaman, serta terbatasnya prasarana yang memadai turut membatasi ruang pengembangan potensi peserta didik. Pendidikan bermutu tak hanya bergantung pada keikhlasan pendidik dan semangat anak-anak; ia memerlukan wadah yang menumbuhkan rasa aman, tenang, dan bangga setiap kali langkah masuk ke dalamnya. Dan kini, harapan itu mewujud menjadi kenyataan, seiring pelaksanaan rehabilitasi 5 ruang kelas melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang bersumber dari Dana APBN Kementerian Pendidikan Nasional.
Kepala Sekolah SMP Negeri Satu Atap 2 Cigalontang, Tb. Firman Hidayat, S.Pd., M.Pd., menyambut perwujudan ini dengan rasa syukur dan haru yang mendalam.
"Atas nama seluruh warga sekolah, para pendidik, peserta didik, serta masyarakat di wilayah ini, kami sampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Nasional, yang telah mewujudkan program mulia ini. Penghargaan setinggi-tingginya juga kami tujukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya yang senantiasa memperhatikan kebutuhan pendidikan di daerah kami, memastikan bantuan ini hadir tepat waktu dan tepat sasaran di tahun ini," ujarnya dengan nada tulus dan penuh penghargaan.
Beliau menegaskan, kehadiran ruang yang telah diperbaiki ini bukan sekadar bangunan yang berdiri, melainkan jawaban atas kebutuhan mendasar yang telah lama dirasakan bersama.
"Seluruh jajaran pendidik, para orang tua, dan masyarakat sungguh merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Kami sangat gembira, sebab kami sadar sepenuhnya: pendidikan yang berkualitas harus senantiasa ditunjang oleh infrastruktur yang baik. Kenyamanan ruang belajar bukan kemewahan, melainkan kebutuhan pokok. Ketika anak-anak berada di ruangan yang layak, sehat, dan nyaman, ketenangan hati tumbuh secara alami — perhatian menjadi lebih tajam, semangat belajar berkobar, dan interaksi antara pendidik serta peserta didik pun berjalan lebih harmonis, mendalam, dan bermakna," paparnya.
Tujuan utama dari kenyamanan lingkungan belajar, lanjut beliau, adalah terciptanya suasana yang menumbuhkan harga diri, rasa aman, dan kebanggaan. "Anak-anak harus merasa dihargai melalui tempat mereka belajar. Ruang yang baik membentuk karakter yang baik pula. Dengan 5 ruang kelas yang telah direhabilitasi ini, kami berharap proses pendidikan tidak hanya berjalan lancar, tetapi benar-benar mengubah cara pandang, memperluas wawasan, dan membentuk pribadi-pribadi unggul yang kelak membangun daerah ini," tambahnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pemerataan pendidikan benar-benar diperjuangkan hingga ke pelosok kecamatan. Bagi 58 peserta didik di SMP Negeri Satu Atap 2 Cigalontang, 5 ruang kelas yang telah diperbarui ini adalah babak baru: masa depan yang dibangun bersama, dipelihara dengan rasa tanggung jawab, dan diwariskan sebagai anugerah kepada generasi-generasi mendatang.
"Kami berkomitmen menjaga amanah ini sebaik-baiknya. Fasilitas ini bukan milik sesaat, melainkan warisan jangka panjang. Kami akan merawatnya, menjaganya, dan memanfaatkannya secara maksimal demi kemajuan pendidikan di daerah ini," tegas Tb. Firman Hidayat... *** Deni B *
