TINDAK, Garut – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) kembali dilaksanakan Oleh Kelompok P3A Tirta Mekar Dusun 2 sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur irigasi guna menunjang sektor pertanian.
Salah satu kegiatan tersebut saat ini tengah berlangsung di saluran irigasi, Kampung Ancol Desa Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.
Program yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini memiliki nilai anggaran sebesar Rp195.000.000 (seratus sembilan puluh lima juta rupiah) dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender. Pekerjaan difokuskan pada peningkatan jaringan irigasi agar distribusi air menuju lahan pertanian dapat berjalan lebih optimal, terutama pada musim tanam.
P3-TGAI merupakan salah satu program pemerintah yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur irigasi.
Selain bertujuan memperbaiki kondisi saluran irigasi yang telah mengalami kerusakan atau penurunan fungsi, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya air sehingga kebutuhan para petani terhadap pasokan air dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, pekerjaan tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, proyek ini melibatkan 15 tenaga kerja yang seluruhnya merupakan warga lokal atau putra daerah Kampung Ancol, Desa Kersamenak.
Dari 7 hektar yang terdapat perairan setelah di lakukan P-3AI ini menjadi 15 Hektar 2 kali lipat dari sebelumnya kami pun sebagai masyarakat merasa terbantu dan tertolong karna adanya pembangunan ini kami jadi bisa merasakan manfaat nya, Ujar Masyarakat Kp Ancol.
Keterlibatan tenaga kerja setempat menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat, sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi warga selama proses pembangunan berlangsung.
Adapun sistem upah yang diterapkan dibayarkan secara perminggu.
Para pekerja yang bertugas sebagai tukang menerima upah sebesar Rp135.000 per hari, sedangkan pekerja yang bertugas sebagai kenek atau laden menerima upah sebesar Rp100.000 per hari.
Dengan melibatkan tenaga kerja lokal, program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang bermanfaat, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa.
Masyarakat Desa Kersamenak menyambut baik pelaksanaan program ini dan berharap peningkatan jaringan irigasi di saluran irigasi dapat menjadi solusi dalam mendukung ketahanan pangan daerah, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memberikan manfaat nyata bagi para petani dan masyarakat sekitar.
Di sisi lain, keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi bukti bahwa Program P3-TGAI tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja bagi warga sekitar.
Dengan pelaksanaan yang transparan, berkualitas, tepat sasaran, dan melibatkan partisipasi masyarakat, Program P3-TGAI di Desa Kersamenak diharapkan mampu menjadi salah satu pendorong kemajuan sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Garut.***L/R

