-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Halaman

Calon Bupati Terpilih Pilkada Serentak 2024

Calon Bupati Terpilih Pilkada Serentak 2024

Iklan

Regim Amerika Harus Dikalahkan! Iran Harus Menang!

Selasa, 02 Juni 2026, Selasa, Juni 02, 2026 WIB Last Updated 2026-06-02T03:15:24Z


Dudi Daudi pengamat politik internasional 

Sebagai negara yang lahir dari penjajahan dan perampasan tanah air dari pribumi asli suku Indian di benua Amerika, kini tanah koloni jajahan itu telah berubah menjadi negara USA ( United State of America) dengan kekuatan ekonomi dan angkatan perang yang disegani di dunia.


Penduduk asli Indian yang sudah ribuan tahun menghuni Amerika, secara sosial politik telah tersingkirkan dan termarjinalkan oleh para pendatang kulit putih dari Inggris dan sebagian warga eropa lainnya.


Seiring dengan penemuan penemuan ilmiah dan ledakan revolusi industri di benua biru, Amerika pun terus bertumbuh menjadi bangsa baru yang menjadi negara Adi daya dan mengklaim sebagai negara liberal yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan pendekar demokrasi.


Kekuatan dan kehebatan Amerika sebagai terminal dunia yang memberi kebebasan berekspresi dan Mbah nya demokrasi di dunia, selama ini menjadi kiblat ekonomi dunia dimana mata uang dolar Amerika menjadi ukuran dan patokan kurs valuta asing yang diikuti negara negara di dunia.


Tekhnologi industri, pertambangan, dan sumber daya alam yang kaya dan luas ditambah oleh para pendatang dengan tingkat sumber daya manusia nya yang cerdas, inovatif dan kreatif. Semakin menguatkan posisi Amerika Serikat sebagai negara yang kuat.


Eksistensi Amerika Serikat semakin kuat memegang kendali percaturan dunia setelah menang perang dunia ke dua pada tahun 1939-1945. Bersama Rusia dan Inggris, Amerika Serikat mengalahkan Nazi Jerman, negara fasis Italia, dan Jepang di Asia.


Kemenangan ini bagi Amerika menjadi modal penting untuk semakin mengukuhkan diri sebagai negara Adi kuasa yang disegani di dunia, untuk ikut mengatur percaturan sosial politik dan ekonomi global.


Negara negara kecil yang selama ini menggantungkan bantuan ekonomi dan mendapatkan payung keamanan dari Amerika melalui perjanjian bilateral, harus loyal dan tunduk pada kemauan politik Amerika. Jika tidak mengikuti kehendak dan kemauan Amerika dan sekutu nya, maka dengan tangan besi tak segan bagi Amerika untuk melakukan serangan militer dan menduduki negara itu dengan mendirikan pangkalan militer. Untuk selanjutnya membikin pemerintahan boneka Amerika yang bisa dikendalikan Washington. Ancaman serangan militer dan agresi AS sudah terbukti, terlebih kepada negara yang berani menentang dan menghujat kebijakan politik luar negeri nya yang ambisius. Hanya kepada Rusia (dulu Uni Soviet), China juga Korea Utara, Amerika tidak berani  mengusik dan melakukan aksi militer karena tiga negara ini memiliki kemampuan militer yang besar dan memiliki senjata nuklir.


Perjalanan negara raksasa Amerika Serikat tidak semulus yang dicita citakan oleh para the founding father dan tokoh kebangsaannya yang hebat seperti George Washington, Abraham Lincoln, Benyamin Franklin atau Dwight Eisenhower, seiring pergantian kekuasaan pemerintahan antara dua partai besar Demokrat dan Republik, memunculkan tipe dan karakter pemimpin AS yang mewarnai dinamika kehidupan sosial politik dalam negeri dan pengaruhnya yang kuat dibelahan dunia.


Ada beberapa tipikal pemimpin Amerika yang suka perang dan berwatak imperialis, yang biasanya berasal dari kader Partai Republik, seperti George Bush dan Donald Trump. Di era Presiden George Bush senior AS ikut campur dalam perang di Timur Tengah, dimana AS membela Kuwait yang dianeksasi oleh Presiden Irak, Sadam Husein. Begitupula anak George Bush yaitu George W Bush (Yunior) melanjutkan perang dengan Irak dan berhasil menggulingkan Sadam Husein, dimana Sadam dituduh sebagai dalang teroris dan memiliki senjata pemusnah massal yang ternyata tidak terbukti.


Amerika Serikat pun semakin arogan dan tak terbendung terus melakukan intervensi kepada negara negara dibelahan dunia demi ambisi petualangan politik dunia. Kali ini Amerika Serikat memaksa Iran untuk berhenti memiliki uranium dan pengayaan reaktor nuklir, padahal Amerika sudah lama memiliki nuklir dan bom atom hidrogen yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki di Jepang.


Kegilaan Amerika semakin kentara manakala mendukung dan membela Zionis Israel yang menghancurkan dan melakukan genosida di Gaza, Palestine. Meski Pengadilan kejahatan internasional sudah menetapkan pemimpin Israel, Benyamin Netanyahu dan panglima angkatan perang nya sebagai penjahat perang, Amerika lah yang selama ini menjadi pelindung setia bagi kejahatan Israel. Seningga Mahkamah Internasional pun digertak untuk tidak menjadikan Netanyahu sebagai DPO penjahat perang.


Amerika sebagai tuan rumahnya markas besar PBB di New York, dibawah kendali Presiden Donald Trump yang menang secara kontroversial pada pemilu di AS, dalam menjalankan politik luar negerinya semakin jorjoran dan mengancam stabilitas kawasan dunia internasional. Dimulai dari penculikan terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan serangan udara terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatulloh Ali Khamenei.


Pemimpin Venezuela dan Iran dimata Amerika adalah sebagai pembangkang yang harus disingkirkan dan diganti oleh pemimpin boneka bikinan Amerika Serikat.


Namun kali ini dalam menghadapi Negeri Mulloh, Iran, Amerika kena batu nya. Iran yang dianggap enteng, kecil dan lemah selama ini, apalagi telah diembargo secara ekonomi selama puluhan tahun, ternyata mampu melawan dan membuat Amerika harus berpikir panjang untuk bisa menggulingkan regim Iran.


Amerika dan sekutu setia nya, Israel, babak belur dihajar drone dan rudal balistik Iran. Pangkalan militer nya di Saudi Arabia, Bahrain, Qatar dan di Uni Emirates Arab hancur porak poranda dirudal oleh Iran. Begitupula kota Tel Aviv di Israel hancur oleh serangan Iran.


Dalam perang AS dengan Iran ini, jelas sekali Amerika lah yang menjadi pemicu peperangan ini. Dimulai dari ancaman, tekanan dan intimidasi terhadap Teheran. Padahal Iran sebagai negara yang berdaulat tidak melakukan apa pun yang merugikan negara lain. Terkait dengan kepemilikan bahan nuklir, Uranium, itu pun tidak membahayakan bagi Amerika, lantas kenapa Amerika dan Israel sangat memaksakan untuk melakukan serangan ke reaktor nuklir Iran di Isfahan dan Natanz.


Iran selama ini tidak berbahaya dan mengancam kedaulatan negara lain, justeru Amerika Serikat yang selama ini menjadi kekuatan yang sangat menakutkan bagi negara negara kecil. Sudah terbukti sekali bahwa Amerika menjadi biang kerusakan di Irak, Libya, Suriah, dan sekarang di Iran.


Kali ini perang Iran melawan Amerika adalah merupakan pukulan telak bagi Amerika. Selain mengakibatkan kerugian material dari kerusakan penggunaan alutsista yang bernilai triliunan dan juga korban nyawa para serdadu nya di Timur Tengah. AS kali ini ketar ketir dan dibikin malu oleh pertahanan militer Iran yang kuat dan solid.


Pada perang yang dimulai 28 Pebruari 2026 ini, bagaimana pun Iran harus menjadi pemenang atas kesombongan dan kebiadaban Amerika-Israel. Kemenangan Iran akan menjadi tonggak perlawanan terhadap arogansi kedzaliman AS-Israel dimuka bumi ini.


Jika Iran hancur, maka Amerika akan semakin mencengkeram dunia dan bertindak seenaknya dengan menginjak nginjak hukum Humaniter Internasional. Bahkan akan melanggengkan penjajahan Israel di Palestina.


Bukan tulisan kebencian terhadap Amerika Serikat, tetapi terhadap regim Donald Trump yang buruk, yang memang di Amerika pun tidak disenangi dan terancam dimakzulkan. Bisa dilihat bagaimana hebatnya aksi demonstran anti Donald di New York dan Washington, Amerika Serikat.


Di Amerika banyak yang pro perjuangan rakyat Palestina, di Amerika banyak yang menentang perang terhadap Iran, di Amerika banyak Muslim yang mendukung Palestina dan Iran. Jadi yang harus dikalahkan adalah Presiden Donald Trump dan regim yang sangat mendukung kejahatan perang Israel di Palestina.


Ada pun yang dilakukan Iran dengan proxi nya di Yaman, di Gaza, dan Libanon, semata mata untuk membantu menyelamatkan rakyat Gaza di Palestina yang dibantai dan dijajah Israel.


Bagi umat Islam wajib untuk membantu penderitaan umat Islam di Gaza, dan berjihad untuk memerangi kebiadaban Israel yang didukung Amerika.


Semoga perjuangan bangsa Iran dalam memerangi arogansi Amerika -Israel dan sekutunya di Timur Tengah ada dalam lindungan Tuhan yang maha kuasa, karena ini adalah sisi penegakan yang Haq melawan kebathilan dan kedzaliman. Bahkan sebagai pertaruhan kredibilitas umat Islam di dunia**

Komentar

Tampilkan

  • Regim Amerika Harus Dikalahkan! Iran Harus Menang!
  • 0

Terkini