SINJAI Tindak .Com- Kisah haru datang dari seorang siswi SMA di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Demi membantu sang ibu yang berjuang sendiri mencari nafkah, Sri Ummu Fadillah nekat berangkat ke Makassar pada Sabtu 25 April 2026,untuk mengikuti audisi Dangdut Akademi 8 (DA8).
Di usianya yang masih muda, Sri sudah merasakan pahitnya kehidupan. Ia kehilangan sosok ayah ,(Alm) yang semasa hidup bekerja sebagai penjual ikan.
Sejak kepergian sang ayah, tanggung jawab keluarga sepenuhnya berada di pundak ibunya, Marhuma.
Setiap hari, Marhuma harus berangkat ke tempat pelelangan ikan untuk membeli dagangan, kemudian menjualnya di sejumlah pasar, seperti Pasar Bikeru di Lappa hingga Pasar Mannanti.
Aktivitas itu dilakoni setiap harinya demi menyambung hidup sekaligus membiayai pendidikan ke anaknya yang masih menimba Ilmu.
Melihat perjuangan sang ibu, Sri tak tinggal diam. Ia memilih berjuang dengan cara yang ia mampu,
mengandalkan bakat bernyanyi untuk mengubah nasib keluarga.
Dengan tekad kuat, Sri memutuskan mengikuti audisi DA8 di Makassar. Ia bahkan berangkat menggunakan mobil sewa tanpa didampingi orang tua.
"Kalau sudah niat dan tekadnya kuat, silakan berangkat dengan bismillah,” ujar Marhuma dengan suara bergetar saat melepas kepergian anaknya.
Perjalanan tersebut bukan sekadar mengikuti audisi ajang pencarian bakat.
Lebih dari itu, langkah Sri menjadi simbol perjuangan seorang anak yang ingin meringankan beban ibunya yang selama ini berjuang seorang diri.
Di balik keberangkatan menuju kota daeng, tersimpan harapan dan doa besar. Sri Ummu Fadillah berharap dapat lolos audisi dan membawa perubahan bagi kehidupan keluarganya di masa depan.
Penulis:M.S.Mattoreang