SINJAI Tindak Com- Pemerintah Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, bekerja sama dengan tenaga kesehatan Puskesmas (PKM) Sinjai Timur menggelar kegiatan imunisasi campak melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) di sejumlah lembaga pendidikan anak usia dini, Jumat, 10 April 2026.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Raudhatul Athfal (RA) Darul Hikmah dan PAUD Dusun Baccara. Hadir dalam kegiatan itu Camat Sinjai Timur, Kepala Desa Tongke-Tongke, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para kepala dusun, Ketua PKK, serta Penjabat Kepala Dusun Bentengnge.
Sebanyak 27 siswa-siswi mengikuti imunisasi dalam kegiatan tersebut.
Program ORI merupakan imunisasi tambahan yang dilaksanakan sebagai respons terhadap kejadian luar biasa (KLB) campak yang dilaporkan meningkat pada 2026.
Pelaksanaan ORI ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Kementerian Kesehatan terkait upaya pengendalian penyebaran campak di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Sinjai.
Imunisasi ORI diberikan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.
Program ini bertujuan menutup kesenjangan imunitas di masyarakat serta meningkatkan kekebalan kelompok (herd immunity) guna mencegah penyebaran virus campak yang lebih luas.
Kepala Desa Tongke-Tongke, Sirajuddin, S.IP., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai langkah cepat tenaga kesehatan bersama pemerintah desa menjadi bagian penting dalam melindungi anak-anak dari risiko penularan campak.
"Ini langkah konkret untuk melindungi anak-anak kita. Kami sangat mengapresiasi kerja sama tenaga kesehatan yang turun langsung memberikan pelayanan imunisasi,” ujarnya.
Adapun sasaran imunisasi dalam program ORI ini adalah anak usia 9 hingga 59 bulan, khususnya yang berada di lembaga pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak.
Sekretaris Desa Tongke-Tongke, Akbar, menegaskan bahwa imunisasi tambahan ini penting untuk memastikan seluruh anak memiliki kekebalan optimal terhadap campak.
"Pemberian imunisasi ini tidak melihat riwayat imunisasi sebelumnya. Tujuannya agar seluruh anak memiliki kekebalan yang optimal,” katanya.
Pemerintah desa berharap, dengan adanya penanganan cepat melalui kegiatan ORI oleh tenaga kesehatan, penyebaran campak dapat ditekan dan status kejadian luar biasa segera dapat dikendalikan.
M.S.Mattoreang